GeoSmart School: Desain Sekolah Pintar Berbasis Geothermal Terintegrasi Internet of Things, Artificial Intelligence, dan Aplikasi Digital untuk Menciptakan Sekolah Berkelanjutan di MTsN 6 Pasuruan
- Senin, 20 Oktober 2025
- Rindu Khulwa Syaheeda
Dalam rangka beradaptasi terhadap perubahan iklim, pemerintah Indonesia telah berkomitmen mengurangi penggunaan energi fosil sebagai sumber energi dan menggantikannya dengan Energi Baru Terbarukan (EBT). Salah satu potensi EBT yang dimiliki negeri ini adalah energi panas bumi atau disebut geotermal (Hakim, Krismadiana, Sholihah, Ismawati, & Dewantari, 2022). Menurut pakar energi geotermal dari Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Pri Utami, Indonesia memiliki 40% dari potensi geotermal dunia, yakni sebanyak 23.965,5 megawatt (MW) (Tasya, 2024; ebtke.esdm.go.id, 2025). Namun, dari besarnya potensi ini, baru 11% yang dimanfaatkan oleh pemerintah Indonesia untuk keperluan masyarakatnya (Tasya, 2024).
Rendahnya pemanfaatan potensi geotermal ini disebabkan oleh dua hal, yaitu kurangnya eksploitasi-eksplorasi dan rendahnya pemahaman masyarakat terkait pemanfaatan EBT ini (Tasya, 2024). Berdasarkan keadaan ini, pemanfaatan potensi EBT geotermal di Indonesia masih menghadapi tantangan yang tidak mudah dan membutuhkan inovasi kekinian. Dari sisi eksploitasi-eksplorasi, di tahun 2024, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus membangun 3 Pembangkit Listrik Tenaga Panas (PLTP) dengan total listrik sebesar 90 MW dengan target 23% energi bauran EBT di tahun 2025 (Tasya, 2024). Adapun, dari sisi peningkatan pemahaman masyarakat, belum banyak inovasi program edukasi peningkatan pemahaman masyarakat terhadap pemanfaatan energi geotermal dalam kegiatan sehari-hari baik.
Pada esai ini, penulis, sebagai pelajar di MTsN 6 Pasuruan menghadirkan inovasi gagasan GeoSmart School dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat melalui lingkungan sekolah dan tentunya bermuara pada adanya pemanfaatan energi geotermal di sekolah dan masyarakat sekitarnya. Gagasan ini dimaksudkan sebagai desain rancang bangun atau prototipe sekolah pintar yang berbasis geotermal yang terintegrasi internet of things (IoT), artificial intelligence (AI), dan aplikasi digital. Inovasi ini bertujuan memberikan konsep implementasi GeoSmart School yang berbasis energi panas bumi sebagai sumber energi alternatif pengganti energi listrik dan gas dari energi fosil yang selama ini digunakan di lingkungan MTsN 6 Pasuruan. Dengan hadirnya inovasi ini, penulis berharap pemahaman masyarakat terhadap potensi energi geotermal dapat ditingkatkan melalui implementasi nyata di lingkungan sekolah dan pada akhirnya mendukung pemanfaatan hasil ekplorasi dan eksploitasi energi geotermal di seluruh wilayah Indonesia.
Deskripsi Gagasan GeoSmart School
GeoSmart School merupakan sebuah inovasi konsep sekolah pintar yang memanfaatkan potensi energi panas bumi sebagai sumber energi alternatif dan ramah lingkungan untuk memenuhi seluruh kebutuhan energi yang dibutuhkan dan digunakan di lingkungan sekolah dengan tentunya mengintegrasikan kecanggihan internet dan teknologi digital di dalamnya. Pada esai ini, penulis ingin menyajikan desain rancang bangun/prototipe sekolah pintar yang memanfaatkan sumber energi geotermal di MTsN 6 Pasuruan. Berdasarkan informasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), di Provinsi Jawa Timur terdapat 13 titik panas bumi (Enjang, 2025) di mana Kabupaten Pasuruan masuk dalam Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Arjuno-Welirang dengan potensi energi geotermal sebesar 22 MW (spekulatif) dan 280 MW (terduga) (Enjang, 2025).
Dengan adanya potensi ini, pihak pengelola madrasah dapat memanfaatkannya secara maksimal dan optimal dengan bantuan perangkat IoT dan AI yang diletakkan pada beberapa tempat, seperti di ruang kelas, laboratorium, ruang perpustakaan, ruang ibadah, dan lain-lain. IoT dan AI ini berfungsi mendapatkan data dan informasi secara real-time terkait perubahan suhu ruangan, kelembapan, pencahayaan, kesejukan, dan lain-lain melalui berbagai jenis sensor yang digunakan. Dari data ini, AI kemudian memberikan rekomendasi pada operator sekolah untuk membuat keputusan dan melakukan sesuatu agar energi geotermal yang digunakan dapat efektif dan efisien. Kecanggihan AI ini juga dapat diintegrasikan dalam aplikasi digital melalui sistem Android atau yang lain yang dapat diakses oleh semua warga madrasah secara lebih mudah melalui smartphone.
Kebermanfaatan GeoSmart School Di MTsN 6 Pasuruan
Bagi siswa, adanya aplikasi digital GeoSmart School ini dapat digunakan sebagai sumber belajar terkait ekplorasi dan eksploitasi energi geotermal yang sedang digunakan atau yang dibutuhkan di ruang kelasnya atau di sekolahnya. Bagi guru, aplikasi ini juga tentunya bermanfaat sebagai media, sumber, dan bahan pembelajaran terkait sumber energi dan pemanfaatan energi geotermal, EBT, dan lain-lain. Adapun bagi staf/karyawan, aplikasi ini bermanfaat sebagai alat kontrol terhadap keberlanjutan sarana dan prasarana di sekolah yang menjadi tanggung jawabnya. Dengan aplikasi ini, semua kebutuhan energi dan update perkembangannya dapat diketahui secara langsung. Terakhir, bagi pengambil kebijakan di MTsN 6 Pasuruan, GeoSmart School dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih ramah lingkungan dan menyakinkan masyarakat di sekitarnya untuk melakukan aksi yang sama. Inilah yang dimaksud dengan GeoSmart School yang didesain menjadi prototipe salah satu sekolah pintar berbasis geothermal terintegrasi IoT, AI, dan aplikasi digital.
Cara Kerja Pemanfaatan GeoSmart School
Berdasarkan paparan di atas, berikut ini cara kerja GeoSmart School.
- Sumber energi listrik dan gas yang digunakan untuk seluruh infrastruktur di MTsN 6 Pasuruan diperoleh dari energi geotermal yang di-supply dari pipa energi geotermal resmi milik pemerintah.
- Energi geotermal digunakan pada semua perangkat elektronik yang membutuhkan energi listrik dan gas di MTsN 6 Pasuruan.
- Energi geotermal terhubung dengan fasilitas IoT yang ada ruangan.
- IoT di ruangan dilengkapi dengan sensor-sensor yang dibutuhkan untuk mengontrol kebutuhan dan perkembangan energi secara real-time.
- Fasilitas IoT juga terhubung dengan AI dan aplikasi digital yang ada di smartphone pengguna di MTsN 6 Pasuruan.
- AI dan aplikasi digital digunakan sebagai alat untuk menganalisis informasi dan mengolah data yang dapat digunakan oleh siswa, guru, dan pengambil kebijakan di madrasah.
Pihak-pihak yang Terlibat dalam Implementasi GeoSmart School
Untuk merealisasikan gagasan GeoSmart School ini, dibutuhkan peran dari beberapa pihak yang diharapkan terlibat sesuai dengan perannya.
Tabel 1 Pihak Terlibat dan Perannya
|
Pihak |
Perannya |
|
Pemerintah |
- Menyusun regulasi terkait implementasi GeoSmart School - Memberikan dukungan infrastruktur terhadap sekolah/madrasah yang mengimplementasikan GeoSmart School |
|
Sekolah/Madrasah |
- Mengimplementasikan inovasi GeoSmart School - Mendukung program pemerintah dalam SDGs nomor 7, yaitu Energi Bersih dan Terjangkau |
|
Akademisi/Peneliti |
- Memberikan panduan pelaksanaan, penelitian, dan pengembangan GeoSmart School |
|
Pengusaha |
- Memberikan dukungan infrastruktur GeoSmart School terkait hardware maupun software |
|
Media Massa |
- Memublikasikan perkembangan implementasi GeoSmart School ke masyarakat luas |
Kesimpulan
Berdasarkan paparan di atas, maka GeoSmart School merupakan sebuah gagasan transformatif sekolah pintar berbasis energi geotermal terintegrasi kecanggihan teknologi IoT, AI, dan aplikasi digital. Dengan inovasi ini diharapkan dapat menciptakan sekolah ramah lingkungan, khususnya di MTsN 6 Pasuruan sebagai salah satu lembaga pendidikan yang berada dalam WKP Arjuno Welirang. Semoga artikel ini dapat menjadi inspirasi bagi semua pihak demi terciptanya sekolah ramah lingkungan dan berkelanjutan untuk menerangi negeri.
Artikel Terkait
Siswa-Siswi MTsN 6 Pasuruan Sukses Mengukir Sejarah di Lomba HUT SMA Negeri Gondang Wetan
Rabu, 29 April 2026
MTsN 6 Pasuruan Laksanakan Gladi Bersih Terakhir TKA, Pastikan Kesiapan Maksimal
Selasa, 31 Maret 2026