Pasuruan, 27 Februari 2026 – Pesantren Ramadhan 1447 H/2026 M di MTsN 6 Pasuruan pada Jumat, berlangsung lebih intensif dan penuh makna. Rangkaian kegiatan hari ini dirancang tidak hanya memperkuat pemahaman Al-Qur’an, tetapi juga membangun karakter, kebersamaan, dan spiritualitas siswa hingga waktu berbuka puasa.
Agenda dimulai sejak pagi dengan Sholat Dhuha dan zikir bersama, yang menjadi pembuka suasana religius sebelum memasuki sesi pembelajaran inti.
Fahmil Qur’an Berbasis Diskusi dan Role Play
Pada Sesi 1, kegiatan difokuskan pada Fahmil Qur’an dengan pendekatan diskusi kelompok dan role play Siswa dibagi dalam kelompok kecil sesuai jenjang kelas, kemudian diberikan tema untuk didiskusikan dan diperagakan dalam bentuk simulasi atau permainan peran.
Metode ini membuat suasana belajar lebih hidup dan partisipatif. Siswa tidak hanya membaca dan memahami ayat, tetapi juga mencoba mengaitkannya dengan situasi nyata dalam kehidupan sehari-hari. Melalui role play, nilai-nilai Al-Qur’an seperti akhlak pergaulan, tanggung jawab, dan sikap saling menghormati dapat dipahami secara kontekstual.
Guru bertindak sebagai fasilitator yang membimbing jalannya diskusi serta memberikan penguatan terhadap pemahaman siswa.
Klinik Tahsin Metode Small Group
Memasuki Sesi 2, kegiatan dilanjutkan dengan Klinik Tahsin Al-Qur’an menggunakan metode small groupDalam metode ini, satu guru membimbing sekitar 10–15 siswa secara lebih intensif.
Pendekatan kelompok kecil ini memungkinkan evaluasi bacaan dilakukan secara lebih detail dan personal. Guru dapat langsung mengoreksi kesalahan makhraj, panjang pendek bacaan, serta kaidah waqaf dan ibtida. Siswa pun merasa lebih percaya diri untuk membaca karena suasana kelompok lebih kondusif dan tidak terlalu besar.
Program Klinik Tahsin ini menjadi bukti komitmen madrasah dalam meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an siswa secara berkelanjutan selama bulan Ramadhan.
Refleksi dan Kegiatan Sore Penuh Makna
Setelah pelaksanaan Sholat Jumat, siswa mengikuti sesi refleksi harian dengan menulis jurnal pengalaman belajar mereka. Kegiatan ini bertujuan agar siswa mampu mengevaluasi diri serta menyadari nilai-nilai yang telah dipelajari.
Pada sore hari, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan:
Praktik Ibadah dan Adab melalui simulasi dan permainan peran
Kajian Menjelang Magrib berupa tausiyah ringan dan tayangan video inspiratif
Persiapan berbuka puasa bersama
Sholat Magrib berjamaah
Kegiatan kajian menjelang magrib menjadi momen yang sangat khusyuk. Para siswa duduk bersama mendengarkan tausiyah yang mengingatkan pentingnya menjaga ibadah, akhlak, serta semangat berbagi di bulan suci Ramadhan.
Suasana kebersamaan semakin terasa saat seluruh peserta membentuk lingkaran kecil untuk berbuka bersama. Setelah adzan Magrib berkumandang, doa dipanjatkan, takjil dinikmati bersama, lalu dilanjutkan dengan Sholat Magrib berjamaah.
Menguatkan Spiritualitas dan Kebersamaan
Pelaksanaan Pesantren Ramadhan hari keempat ini menunjukkan perpaduan yang seimbang antara pembelajaran intelektual, pembinaan ibadah, serta penguatan nilai kebersamaan. Dari diskusi Fahmil Qur’an yang dinamis hingga momen berbuka puasa bersama, seluruh rangkaian kegiatan memberikan pengalaman spiritual yang mendalam bagi siswa.
Dengan desain kegiatan yang intensif dan terstruktur, MTsN 6 Pasuruan berharap Pesantren Ramadhan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi benar-benar menjadi sarana pembentukan generasi yang berilmu, berakhlak, dan semakin dekat dengan Al-Qur’an.